blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack
JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU DI SAMPING YA...!!!

Remaja Putri dan Siklus Menstruasi

Rabu, 11 Agustus 2010
Setiap remaja akan mengalami pubertas. Pubertas merupakan masa awal pematangan seksual, yakni suatu periode dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, hormonal, dan seksual serta mampu mengadakan proses reproduksi.

Pada awal masa pubertas, kadar hormon LH (luteinizing hormone) dan FSH (follicle-stimulating hormone) akan meningkat, sehingga merangsang pembentukan hormon seksual. Pada remaja putri, peningkatan kadar hormon tersebut menyebabkan pematangan payudara, ovarium, rahim, dan vagina serta dimulainya siklus menstruasi. Di samping itu juga timbulnya ciri-ciri seksual sekunder, misalnya tumbuhnya rambut kemaluan dan rambut ketiak.

Pubertas pada remaja putri umumnya terjadi pada usia 9-16 tahun. Tampaknya usia pubertas dipengaruhi oleh faktor kesehatan dan gizi, juga faktor sosial-ekonomi dan keturunan. Remaja putri yang gemuk cenderung mengalami siklus menstruasi pertama lebih awal. Sedangkan remaja putri yang kurus dan kekurangan gizi cenderung mengalami siklus menstruasi pertama lebih lambat. Siklus menstruasi pertama juga terjadi lebih awal pada remaja putri yang tinggal di kota.

Apa itu Siklus Menstruasi?

Menstruasi merupakan proses pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang berulang setiap bulan tersebut pada akhirnya akan membentuk siklus menstruasi.

Menstruasi pertama (menarke) pada remaja putri sering terjadi pada usia 11 tahun. Namun tidak tertutup kemungkinan terjadi pada rentang usia 8-16 tahun. Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif pada kehidupan seorang perempuan, yang dimulai dari menarke sampai terjadinya menopause.

Awal siklus menstruasi dihitung sejak terjadinya perdarahan pada hari ke-1 dan berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Umumnya, siklus menstruasi yang terjadi berkisar antara 21-40 hari. Hanya 10-15% wanita yang memiliki siklus 28 hari.
Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause.

Bagi remaja putri, mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur pada masa-masa awal adalah hal yang normal. Mungkin saja remaja putri mengalami jarak antar 2 siklus berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan terjadi 2 siklus. Namun jangan khawatir, setelah beberapa lama siklus menstruasi akan menjadi lebih teratur.

Pengetahuan akan siklus menstruasi yang dialami sangatlah penting bagi remaja putri. Dengan mengetahui pola siklus menstruasi akan membantu dalam memperkirakan siklus menstruasi yang akan datang.

Siklus dan lamanya menstruasi dapat diketahui dengan membuat catatan pada kalender. Tandai setiap hari ke-1 siklus menstruasi yang terjadi setiap bulannya dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui pola siklus menstruasi pada diri Anda.

Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14 terjadi pelepasan telur dari ovarium (disebut ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba falopii. Di dalam tuba falopii dapat terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk ke dalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin sehingga terjadilah kehamilan.

Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan, maka endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan atau disebut sebagai siklus menstruasi. Siklus dapat berlangsung selama 3-5 hari, terkadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya.



Siklus menstruasi dibagi menjadi 3 fase, yakni fase folikuler, fase ovulatoir, dan fase luteal.
    * Fase Folikuler
      Fase folikuler dimulai dari hari ke-1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3-30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur.

      Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan.

Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3-7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang sebanyak 28-283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.

    * Fase Ovulatoir
      Fase ovulatoir dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH.

Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawahnya, nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.

    * Fase Luteal
      Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. Setelah melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sejumlah besar progesteron.

      Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase luteal dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai. Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi.

      Setelah 14 hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesteron sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri.
      Tes kehamilan didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG.

Yang kerap dialami saat menstruasi
Nyeri Haid
Kebanyakan remaja putri sering mengalami kram sewaktu menstruasi. Rasa sakit di perut bagian bawah, kadang meluas ke pinggul, punggung bagian bawah atau paha. Bahkan ada yang merasa mual, muntah, atau diare.

Sedikit kram perut pada hari pertama atau kedua haid yang terjadi merupakan hal yang biasa. Lebih dari separuh perempuan mengalaminya. Namun sekitar 10% perempuan mengalami rasa sakit yang demikian hebat hingga perlu minum obat untuk dapat mengatasi rasa sakit tersebut.

Bila tidak ada kelainan ginekologis, rasa nyeri tersebut disebut dismenorea primer. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar prostaglandin (zat yang membuat otot-otot rahim berkontraksi dan melepaskan dindingnya). Meskipun sakit, dismenorea primer tidak berbahaya. Rasa nyeri ini biasanya lenyap pada pertengahan usia 20-an atau setelah melahirkan.

Rasa nyeri yang disebabkan oleh gangguan ginekologis disebut dismenorea sekunder. Hal ini bisa disebabkan oleh tumor fibroid (suatu tumor jinak pada dinding rahim), penyakit yang ditularkan akibat hubungan seksual, endometriosis, penyakit radang panggul, adanya kista atau tumor pada indung telur.

Untuk mengatasi nyeri haid, Anda dapat meminum obat untuk menghilangkan rasa nyeri. Atau cobalah berendam dengan air hangat. Namun segeralah ke dokter jika nyeri haid menghebat atau disertai demam, merasa mual yang tidak biasa, muntah atau nyeri perut, atau jika tetap nyeri setelah hari ketiga haid.

Menstruasi yang Tidak Teratur
Remaja putri kadang mengalami menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi yang tidak teratur ini dapat disebabkan oleh perubahan kadar hormon akibat stres atau sedang dalam keadaan emosi. Di samping itu, perubahan drastis dalam porsi olahraga atau perubahan berat badan yang drastis juga dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur.

Di sinilah pentingnya mengetahui pola siklus menstruasi Anda. Buatlah catatan siklus menstruasi Anda selama 3 bulan. Catat hari pertama menstruasi, pada hari ke berapa darah banyak keluar, kapan menstruasinya berhenti. Catatan ini diperlukan untuk mengevaluasi perubahan menstruasi.

sumber : http://medicastore.com/

.
Read Full 0 komentar

Start Menu 7 Pro v3.7 | 8,09 MB

Minggu, 01 Agustus 2010
Start Menu 7 - perangkat lunak terbaik untuk menggantikan Start Menu Windows standar yang pernah dibuat. Sebelum membuat Start Menu 7 program, aku menghabiskan banyak waktu untuk memahami bagaimana otak manusia bekerja dengan informasi visual. Itu sebabnya Start Menu 7 begitu mudah dan alami untuk digunakan bagi semua orang • Daftar menu item diurutkan menurut abjad., Sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan program atau perintah dengan namanya.
• Buka setiap lokasi pada PC Anda dengan satu klik. Anda dapat membuat, mengubah, dan menyusun ulang item di Menu 7. Jadi mudah untuk membuat daftar lokasi yang paling digunakan, direktori populer, dan virtual folder untuk mengaksesnya dengan satu klik.
• Ada tombol Run khusus untuk mengakses lokasi jarang digunakan tanpa menambahkannya ke dalam menu.
• Start Menu 7 memiliki sebuah panel Power Buttons dikustomisasi.
• Dengan fitur Power Timer Anda dapat menunda operasi manajemen daya.
Untuk beberapa dolar Anda akan mendapatkan lebih • Peluncuran program dengan satu klik. Ya, itu benar! Setiap program dalam jarak satu klik.
• menu tab membantu untuk menempatkan lebih banyak barang dalam ukuran layar yang sama. Setiap folder atau drive dapat dikelola sebagai tab terpisah.

Start Menu v3.7 Pro 7 Changelog [+] Peningkatan operasi pada Windows 7 (sudah bekerja dengan baik di Vista). Menu pencarian sekarang juga menemukan dokumen yang berisi permintaan pencarian dalam dokumen. [-] Error klik kanan pada icon My Computer dan memilih "Kelola" sekarang tetap. [-] Kesalahan dalam menu klik kanan untuk cara pintas tetap (Saya harap). [-] Kesalahan dalam folder desktop. Sekarang menampilkan file dari kedua Pengguna dan Semua folder.
Homepage - http://www.startmenu7.com

Download From HotFile
http://hotfile.com/dl/56780999/117b3d0/Start.Menu.7.Pro.v3.7.rar.html

Download From SharingMatrix
http://sharingmatrix.com/file/14106017/Start.Menu.7.Pro.v3.7.rar

=
Read Full 2 komentar

TIPS Mempercepat Booting

Minggu, 11 Juli 2010
Betapa menjengkelkannya apa bila kita ingin menggunakan komputer dengan segera, tapi malah terhenti, karena menunggu proses booting yang lama. Nah inilah solusinya buat sobat-sobat sekalian, tools yang merupakan sebuah program yang digunakan untuk mempercepat kinerja windows pada saat windows melakukan proses booting. Ok sob silakan download aja disini toolsnya dan ikuti petunjuknya di bawah ini...Jagan lupa meninggalkan komentar Anda....

Cara menjalankan tools ini :

1. Copy file ashtho_boot ke drive "C"
2. Lalu klik menu Start–>Run–> dan ketikkan gpedit.msc
3. Klik Computer Configuration–>Windows Settings–>Script–>lalu klik 2 kali pada Shutdown
4. Dalam Windows Shutdown Properties klik add lalu browse. lalu cari letak file ntosboot.bat yang anda buat tadi dan klik open
5. Lalu klik OK ,Apply dan OK sekali lagi untuk menyelesaikannya
6. Lalu klik menu Start–>Run–> dan devmgmt.msc
7. Klik IDE ATA/ATAPI controllers–>Primary IDE Channel ( Klik 2 kali untuk membuka properties )
8. Pilih Advanced Settings
Pada Device 0 atau Device 1
Ganti Device Type menjadi None ( Ganti saja pilihan Device Type yang tidak terkunci )
9. Klik IDE ATA/ATAPI controllers–>Secondary IDE Channel ( Klik 2 kali untuk membuka properties )
Ulangi seperti Langkah 8
10. Restart Komputer anda dan anda bisa lihat perubahannya.



sumber : http://asis-sugianto.blogspot.com


.
Read Full 0 komentar

Perlukah Perempuan Berkhitan?

KhitanPerlukah perempuan berkhitan? Jawaban dari pertanyaan ini akan sangat bervariasi tergantung kepada siapa dan di komunitas mana pertanyaan diajukan. Variasi terjadi karena pengetahuan tentang seluk beluk khitan perempuan ini tidak sama pada setiap orang, ditambah tidak merata dan cenderung tertutupnya informasi ini yang lebih banyak beredar di kalangan perempuan dibanding laki-laki. Kondisi ini menyebabkan banyak suami yang tidak mengetahui apakah anak perempuannya dikhitan atau tidak (Natsir 2003).

Namun persoalannya bukan apakah anak perempuan telah dikhitan atau tidak, tetapi terbatasnya informasi ini memunculkan sebab akibat. Penyebab dari kurangnya informasi lebih karena anggapan bahwa khitan perempuan adalah hal biasa, sudah seharusnya dan merupakan bagian dari ideologi. Karena “sudah seharusnya” maka kritik terhadap hal ini cenderung ditentang dan dibatasi. Anggapan ini kemudian mencuat menjadi masalah yang lebih besar ketika khitan perempuan dihubungkan dengan dan ditengarai merusak kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual perempuan, dan termasuk dalam ketegori kekerasan terhadap anak/perempuan (lihat Rahman 2001; Suyanto dkk 2003), dan lebih umum lagi merupakan pengejawantahan dari sistem patriarki yang melahirkan relasi gender yang tidak seimbang antara perempuan dan laki-laki, yang dibungkus dengan penafsiran dan pemahaman ideologi.

Jika kita telusuri kebelakang, khitan perempuan (female genital cutting) berasal dari tradisi Mesir kuno sekitar tahun 2800 SM dan sekitar 6000 tahun lalu telah dipraktekkan di sebelah selatan Afrika yang terus bertahan sampai saat ini (lihat Musyarofah dkk 2003). Di seluruh dunia menurut catatan WHO, saat ini lebih dari 84 juta wanita pernah mengalami operasi alat kelamin (infibulasi) yang berkaitan erat dengan tradisi khitan. PBB mencatat lebih banyak lagi yaitu lebih dari 150 juta perempuan terutama remaja dan anak-anak mengalami khitan ini.

Di Afrika, perempuan dikhitan pada masa anak-anak atau menjelang puber, antara usia 4 sampai 12 tahun, dilakukan dengan memotong sebagian atau seluruh klitoris; memotong klitoris bersama lipatan kulit bagian luar vagina; memotong seluruh bagian luar vagina lalu menjahit mulut vagina sampai hanya menyisakan lubang kecil untuk air seni dan haid atau sering disebut infibulasi. Khitan di wilayah ini terkait dengan tradisi proses inisiasi anak menjelang dewasa (lihat Suyanto dkk, 2003), terkait dengan kepercayaan bahwa dengan menghilangkan sebagian klitoris maka dorongan seksual perempuan juga ikut berkurang. Dengan mengurangi atau menghilangkan kenikmatan seks perempuan maka keperawanan dan kesetiaan perempuan tersebut dapat dijamin. Khitan juga dilakukan untuk meyakinkan bahwa seorang perempuan telah bersih dan suci yang siap untuk dinikahi. Perempuan yang tidak dikhitan dapat dianggap sama dengan pelacur yang tidak pantas untuk dihormati.

Di Indonesia praktek khitan perempuan juga telah banyak diungkap. Dalam kajian historis Feillard dan Marcoes (1998), praktek khitan perempuan di daerah Jawa, Sumatra dan Sulawesi telah sejak lama terdokumentasi dalam laporan pemerintah Hindia Belanda. Sementara Darwin dkk (2002), mengungkap praktek ini pada keluarga Jawa di Madura dan Yogyakarta. Selain itu, Rahman (1997) juga telah melakukan penelitian di wilayah Jakarta dan Jawa Barat (lihat Natsir 2003). Penelitian lainnya adalah yang dilakukan Musyarofah dkk di Lampung Timur yang menemukan bahwa praktek ini sebagian besar dilakukan dengan bantuan dukun beranak, dengan peralatan seadanya yang belum tentu steril. Beberapa daerah lain yang belum terdokumentasi, berdasarkan informasi lisan diketahui juga terdapat praktek khitan perempuan, baik khitan sebenarnya atau khitan simbolis.

Seperti di Afrika, khitan perempuan di daerah-daerah di Indonesia banyak terpaut dengan masalah ideologi. Masyarakat Banten di Lampung Timur meyakini khitan pada perempuan akan menjamin kebersihan dan kesucian wanita; menjaga agar ukuran klitoris wanita tidak memanjang; meningkatkan kualitas hubungan suami istri dan dapat meredam emosi pada perempuan. Sementara pada masyarakat asli Lampung, khitan pada perempuan dilakukan agar perempuan menjadi cantik, bercahaya dan pintar. Khitan juga dilakukan untuk menjaga perempuan agar tidak menjadi binal dan genit serta menjaga agar klitoris tidak tumbuh memanjang (Musyarofah dkk 2003).

Tradisi masyarakat tersebut yang banyak melatari praktek khitan perempuan kemudian dibungkus dengan pemahaman ideologi sehingga menjadi sesuatu yang sulit dihindari bagi pemeluknya. Di berbagai penelitian hal ini terungkap, bahwa ideologi telah menjadi dasar dilakukannya khitan pada perempuan dan sebagai pemberi legitimasi terhadap tradisi khitan perempuan yang telah berlangsung lama.

Di sini kembali muncul masalah baru karena tradisi khitan perempuan sendiri telah digugat dan dianggap tidak memiliki faedah kecuali semata-mata bentuk kesewenangan sistem patriarki yang tidak menginginkan perempuan ikut merasakan sepenuhnya kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual mereka, yang boleh dikategorikan sebagai salah satu bentuk pemasungan terhadap perempuan. Pernyataan ini didukung oleh kenyataan bahwa umumnya daerah-daerah dan kelompok-kelompok etnis yang sudah diteliti menerapkan sistem kekuasaan patriarki, dimana pihak laki-laki menjadi penentu keputusan-keputusan penting.

Selain kenyataan budaya tersebut di atas, masalah-masalah medis seputar khitan perempuan juga menonjol. Pemotongan atau pembuangan bagian klitoris menyebabkan sejumlah syarafnya rusak yang akhirnya menurunkan sensitifitas seksual perempuan (Priyadi 2003). Praktek khitan ini dapat meyebabkan komplikasi medis yang parah, pendarahan, tetanus dan shok karena nyeri ketika praktek dilakukan tanpa pembiusan. 10%-30% gadis muda meninggal di Sudan karena praktek ini (lihat Suyanto 2003), penggunaan alat yang tidak steril ditengarai menjadi penyebabnya (Rahman 1994 dalam Rahman 2001). Sementara dampak jangka panjangnya adalah kehilangan kenikmatan hubungan seksual, infeksi traktus urinarius, infeksi pelvis yang dapat menyebabkan sterilitas, luka yang dapat mengoyak jaringan dan pendarahan selama kehamilan (Suyanto 2003). Pertanyaan yang muncul kemudian, bila fakta medis telah menunjukkan kerusakan permanen seperti itu lalu mengapa tradisi dan ideologi tetap mendukung dan membungkus rapat masalah ini dan membiarkannya tetap berlangsung sampai sekarang?

Dalam kasus-kasus kesehatan reproduksi, dalam konteks relasi gender, ideologi atau lebih tepatnya interpretasi atau pemahaman atau tafsiran terhadap ideologi telah sejak lama dianggap bertanggung jawab, karena digunakan sebagai alat legitimasi terhadap kelanggengan hubungan yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan. Dalam relasi ini posisi perempuan ditempatkan sebagai obyek dalam proses bekerjanya elemen-elemen reproduksi, sementara laki-laki ada pada posisi subyek. Dengan demikian, posisi gender yang timpang ini tidak semata-mata karena perbedaan jenis kelamin tetapi juga karena tradisi, pemahaman cultural dan ideologi.

Dapat bertahannya interpretasi ideologi ini dalam mendukung kelanggengan relasi gender yang timpang dalam kasus-kasus kesehatan reproduksi, adalah karena ideologi selama ini memiliki lebel suci yang membuatnya menjadi tabu untuk dikritik. Selain itu ideologi juga memegang otoritas di wilayah domestik dimana permasalahan reproduksi dan seksualitas dianggap berada. Dengan dalih moralitas dan keseimbangan kosmik, ideologi menutup rapat wilayah ini, mencoba membukanya berarti berusaha melepaskan kemunafikan, penderitaan dan penindasan merajalela. Pemahaman status quo macam ini mengakibatkan kondisi yang terjadi dianggap memang sudah seharusnya demikian, walaupun terdapat kenyataan bahwa perempuan dan kesehatan reproduksi mereka mengalami represi, pemenjaraan, dan ketidakadilan perlakuan atas nama ideologi (Sarapung 1999).

Di beberapa wilayah di Indonesia sendiri yang penduduknya mayoritas memegang teguh ideologi Islam, memiliki keyakinan yang kuat terhadap khitan perempuan berdasarkan interpretasi ideologi ini, dan tidaklah mengherankan jika melihat sejarahnya. Kebiasaan ini dibawa oleh para penyebar agama Islam yang masuk ke Indonesia (Feillanrd 2001). Kondisi ini pada akhirnya membuat penganut Islam menganggap khitan perempuan adalah wajib, walau sebenarnya tidak ada dasar rujukan yang kuat di dalam Al-Quran dan Hadits (Muhammad 2001). Para ulama hanya merujuk pada dua mahzab besar yaitu mahzab Syafi’i dan mahzab Hanafi dan Hambali. Mahzab Syafi’i menetapkan hukum wajib untuk khitan perempuan, sementara mahzab Hanafi dan Hambali menetapkan hukum mubah (boleh untuk kehormatan). Dengan demikian menurut Muhammad (2001), khitan perempuan bukanlah perintah atau tuntutan agama Islam secara langsung, ini murni hasil interpretasi para ulama sejak dulu kala, hasil interpretasi yang tidak terlepas dari konteks sosial ketika posisi perempuan masih lemah dan menjadi subordinasi laki-laki, konteks sosial dimana pada saat segala macam cara dilakukan laki-laki untuk tetap mempertahankan posisinya yang dianggap lebih tinggi dibanding perempuan, dan segala macam komponen budaya yang ada dikondisikan agar perempuan tetap subordinat.

Dari paparan tersebut di atas terlihat bahwa tameng utama yang perlu dikuak terlebih dahulu jika ingin menghentikan model-model kekerasan terhadap perempuan--yang salah satunya melalui praktek khitan perempuan--dan memperjuangkan kesetaraan gender adalah tafsiran terhadap ideologi itu sendiri, sebuah usaha yang tidak mudah kecuali dengan pemaparan fakta yang jelas. Namun setelah tameng ini terbuka bukan berarti jalan menjadi mudah, karena dibaliknya kita akan berhadapan dengan tradisi yang harus direkonstruksi, sebuah usaha yang mungkin sama sulitnya dengan membuka tameng ideologi tadi. Dengan kerangka berpikir seperti ini maka sangat relevan dan menarik untuk tetap meneliti dan mengumpulkan fakta sebanyak mungkin, terutama di daerah-daerah dan komunitas-komunitas yang jauh dari pusat gerakan gender. Semakin banyak penelitian yang dilakukan di berbagai tempat akan membuat semakin banyak data yang terkumpul, yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk memperkuat daya gebrak perempuan dalam usaha meminimalisasi dan menghilangkan ketimpangan-ketimpangan relasi gender yang ada. Dengan kata lain, kenyataan lapangan sangat perlu dipublikasikan mengingat bahwa masalah ini sangat sulit untuk berubah tanpa bukti, karena didukung oleh tradisi dan kepercayaan yang sudah berlangsung dan mengakar begitu lama.

Sumber-sumber
Fauzi, Ahmad dkk (eds), 2001
Jender dan Kesehatan: Kumpulan Artikel 1998-2001, Jakarta. Pusat Komunikasi Kesehatan Berperspektif Jender dan Ford Foundation.

Feillanrd, Andree Dr. 2001
Pengantar dalam KH. Husein Muhammad, Fiqh Perempuan, Refleksi Kiai Atas Wacana Agama dan Gender, Yogyakarta. LkiS.

Gala, Burhanuddin, 2001
Berkubang Lumpur Merawat Alam: Pengembangan Institusi Sosial dalam Proses Konservasi Bakau di Tongke-tongke, Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Tesis S2, Pascasarjana program Studi Antropologi UI.

Muhammad, Husein KH, 2001
Fiqh Perempuan, Refleksi Kiai Atas Wacana Agama dan Gender, Yogyakarta. LkiS.

Musyarofah, Ristiani dkk, 2003
Khitan Perempuan, antara Tradisi dan Ajaran Agama, PSKK Universitas Gadjah Mada dan Ford Foundation.

Natsir, Lies Marcoes, 2003
Mempertanyakan Praktek Sunat di Indonesia, Kompas 24 Februari.

Priyadi, dr, SpK, 2003
‘Itunya’ Dipotong Agar Tak Selingkuh. Internet.

Rahman, Anita, 2001
Sunat Perempuan di Indonesia: Pengetahuan dan Sikap Para Toko Agama dalam Ahmad Fauzi dkk (eds), Jender dan Kesehatan: Kumpulan Artikel 1998-2001, Jakarta. Pusat Komunikasi Kesehatan Berperspektif Jender dan Ford Foundation.

Sarapung, Elga dkk (eds), 1999
Agama dan Kesehatan Reproduksi, Jakarta, Yayasan Kesejahteraan Rakyat dan The Ford Foundation.

Strauss C dan Naomi Q, 1997
A Cognitive Theory of Cultural Meaning, Cambridge, Cambridge University Press.

Suyanto, Bagong dkk (eds), 2003
Anak Perempuan, Korban Kekerasan Seksual, Ford Foundation dan Yayasan Adikarya IKAPI.

Utami, Andri Yoga dkk (ed), 2002
Ketika Anak Tak Bisa Lagi Memilih: Fenomena Anak yang Dilacurkan di Indonesia, Jakarta. ILO.

http://boergala.com
Read Full 0 komentar

Terapi Air Putih

Sabtu, 10 Juli 2010
 Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter,dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:

1. Sakit Kepala
2. Asma
3. Hosthortobics
4. Darah Tinggi
5. Bronchitis
6. Kencing Manis
7. Kurang Darah
8. TBC
9. Paru-paru
10. Penyakit Mata
11. Rematik
12. Radang Otak
13. Lumpuh
14. Batu Ginjal
15. Haid Tidak Teratur
16. Kegemukan
17. Penyakit Saluran Kencing
18. Leukimia
19. Radang/Sakit Persendian
20. Kelebihan Asam Urat
21. Kanker Peranakan
22. Radang Selaput Lendir
23. Mencret
24. Kanker Payudara
25. Gangguan Jantung
26. Disentri
27. Radang Tenggorokan
28. Mabuk, Pusing, Gamang
29. Ambeien
30. Sembelit
31. Batuk

Bagaimana Air Minum Itu Bekerja?

Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta tak terbantah,
seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini. Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru.

Darah merupakan hal paling penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.

Bagaimana Melakukan Terapi Air ini ?

Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kita menamakan terapi ini sebagai "usha paana chikitsa".

Setelah itu anda boleh mencuci muka. Hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya. Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring.

Apakah mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus?

Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini, dalam waktu seperti tertulis di bawah ini:

Sembelit - 1 Hari
TBC Paru-Paru - 3 Bulan
Kencing Manis - 7 Hari
Asam Urat - 2 Hari
Tekanan Darah - 4 Minggu
Kanker - 4 Minggu

Catatan :
Disarankan agar penderita radang / sakit persendian dan rematik melaksanakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan-selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.

Kami mohon dengan sangat, metode di atas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara dan tetangga karena hal ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat

" BILAMANA ANDA BERPARTISIPASI DALAM PENEBARAN INFORMASI INI ANDA BAGAIKAN SEORANG DOKTER YANG TELAH MENYEMBUHKAN BERIBU-RIBU BAHKAN BERJUTA-JUTA MANUSIA "

sumber : http://anjees.blogspot.com


.
Read Full 1 komentar

Orang/Makhluk Halus



Di desa Tanjung kurang lebih 81 km dari Muarabungo, oleh masyarakatnya masih mempercayai dan meyakini akan keberadaan cerita tentang orang/makhluk halus. Alkisah ada tiga orang kakak beradik yang yatim piatu. Dua orang laki-laki dan yang bungsu seorang perempuan. Pilihan nasib membawa pertumbuhan ketiga beradik beranjak dewasa dalam kerukunan bersama. Orang-orang disekitarnya tak ambil peduli. Kepedulian itu rupanya diambil oelh bangsa siluman yang bermukim di hutan lebat Desa Tanjung. Siluman penyantun itu dengan tekun mendatangi dan mengajarkan berbagai ilmu dan bergaul dengan mereka sejak kecil hingga dewasa. Kepandaian menghilang itu akhirnya diketahui secara luas dan membuat orang-orang menyegani ketiga adik beradik itu.
Terceritalah kemudian, negeri Tanjung dapatgangguan dari negeri tetangga. Peperangan antarnegeri tak erelaan lagi. Kedaulatan negeri Tanjung terancam berat dan para hulubalang dan prajurit tak mampu lagi membendung serangan dan kecaman yang datang. Raja negeri teringat akan warga yang memiliki ilmu siluman tadi. Tanpa membantah, demi keamanan negeri, kedua anak remaja yatim piatu yang memiliki ilmu siluman itu menuju ke medan laga. Sebelum pergi ketiganya bersepakat agar adik bungsunya tidak ikut ke medan laga. Demi keselamatan adik perempuannya, disepakati untuk menyembunyikan sang adik bungsu terlebih dahulu kesuatu tempat yang dirasa aman. Untuk dititipkan pada seseorang kurang memungkinkan karena semuanya uga merasa tidak aman dari kekacauan dan infiltrasi musuh. Mereka pada tercenung mencari jalan keluar yang benar-benar aman. Kendati usul sang adik kurang meyakinkan, tapi leh desakan keadaan, kakak tua menyepakatinya.
Dengan merapal mantra sakti warisan siluman penjaga rimba, disungkuplah sang adik bungsu dengan sebuah kancah. Selesai merapal ajian, kancah penyungkup adik perempuannya lenyap tak kelihatan lagi. Yakinlah mereka sang adik akan terhindar dari berbagai ancaman karena tak bakal terlihat oleh siapapun.
Kedua bersaudara itu dengan hati yang mantap dan tekad yang membaja, bergegas ke medan laga menyatu dengan pasukan negeri Tanjung menghalau musuh. Dengan kemampuan dan kedigdayaan ilmu siluman yang dimilikinya, keduanya dengan leluasa bergerak dari satu prajurit ke prajurit lainnya. Habis ditikam dan ditetaknya, tanpa musuh menyadari telah bermandi darah dan meregang nyawa.
Pasukan negeri Tanjung bersorak gembira melihat musuh lintang pukang surut ke belakang, kedua lelaki itu dianjung dalam dukungan para prajurit karena dianggap sebagai orang yang berjasa, berandil besar dalam menghancurleburkan para pengacau negeri. Dua kakak beradik itu akhirnya diangkat sebagai hulubalang kerajaan. Sayang sebanyak itu yang senang sebanyak itu pula yang merasa tersingkirkan oleh pengaruh hulubalang berusia muda. Pangkat dan jabatan tinggi dalam usia belasan tahun telah menggelegakkan rasa kecemburuan sekelompok hulubalang kerajaan. Selain itu para infiltran musuh telah menyusup mempengaruhi para hulubalang yang patah hati, katakanlah sekelompok barisan sakit hati telah berhasil dihimpun musuh bak api dalam sekam.
Kepulan asap kedengkian dan iri barisan sakit hati berkobar dalam bentuk gerakan-gerakan bawah tanah dan pemberontakan yang terang-teranga. Tak ada pilihan lain, Baginda Raja Negeri Tanjung kembali menugaskan dua lelaki beradik itu untuk menumpas pemberontakan itu.
Betapa masgulnya hati mereka berdua ketika terjun ke kancah penumpasan pemberontakan itu. Banyak diantara mereka yang memberontak itu adalah teman-teman seperjuangannya, tetangganya semasa kecil bahkan teman sepermainannya sendiri. Keraguan mulai menyelimuti hatinya. Rasa kesal menyeruak di kalbunya dan buyarlah kemantapan aji penghalimunan dan kesaktian siluman yang dimilikinya. Saat kritis antara ragu dan bimbang itulah dimanfaatkan teman-teman hulubalang pemberontak untuk mengeroyok membabi buta. Rupanya saat itu hari naas sang kakak tiba diperhitungannya. Ia tewas dihujam keris teman sendiri. Melihat kakaknya gugur, sang adik berputar bak gasingputing beliung melabrak seluruh pemberontak. Luluhlantak tubuh bergelimpangan para pemberontak tak berupa lagi.
Sang adik akhirnya membawa tubuh kakaknya pulang dan menghadap raja sekaligus melaporkan keberhasilannya menumpas para pemberontak. Setelah pemakaman sang kakak sebagai seorang hulubalang perkasa tameng negeri, sang adik diangkat sebagai hulubalang istana dan sekaligus di samping mendapat anugerah harta benda, ia pun dinikahkan dengan putri baginda nan elok rupaan.
Beberapa bulan setelah pesta perkawinan, sang adik tersadar teringat akan si adik yang tersungkup kancah disuatu tempat. Dengan restu baginda raja dan persetujuan istri, sang adik lelaki segera menuju ujung negeri tempat adiknya ditinggal mereka berdua. Di tempat itu diserulah nama adiknya. Lapat-lapat terdengar sahutan sang adik tak jauh dari tempatnya berdiri. Tersadarlah ia dan terkejut bukan main karena ilu penyungkup itu hanya dimiliki oleh sang kakak yang telah tewas. Keduanya sama terisak sedih dan saling meratap akan nasib yang tak seorangpun dapat mengetahuinya.
Dua bulan lebih kedua kakak beradik itu hanya bisa berbicara saja tanpa berdaya untuk membuka atau keluar dari sungkup tak kelihatan itu. Keduanya tak menemukan jalan keluar untuk meretas nasib peruntungan kehidupan manusia. Berat timbangan antara istri dan kerajaan yang ditinggalkan serta kondisi adik yang tersungkup tanpa bisa dibuka membuat ia lunglai. Dalam lunglai itulah ia pamit pada adiknya untuk kembali dulu ke kerajaan sambil mencari cara melepas ilmu halimunan.
Lima tahun kemudian, lewat tengah malam sang kakak bermimpi bersua dengan kakaknya. Kalau kau akan melihat adik kita kembali, bantailah tiga ekor kerbau putih dan darahnya taburkan ke sungkup serta bacalah al-quran tiga puluh kali hatam. Bergegas raja memerintahkan rakyatnya untuk mencari tiga ekor kerbau putih. Sayangnya tak seorangpun dapat menemukannya.
Duka nestapa, hiba, sedih dan kepiluan semakin mendalam ketika sang kakak merasakan kancah halimun penyungkup adik perempuannya semakin berubah wujud membesar menjadi bukit. Dari waktu ke waktu bukit itu ditumbuhi belukar dan kekayuan. Tak terdengar lagi suara isak sang adik selain suara desir yang mendayu dan gemericik air yang turun menetes dari puncak bukit bak dendang kepiluan anak manusia menghitung hari yang penuh kemalangan.
Sampai sekarang di desa Tanjung terdapat bukit Kancah yang memendam sepotong kisah anak manusia. 





Sumber : http://yayasanlangit.blogspot.com





Read Full 0 komentar
 

Pengikut

Daftar Info Terbaru

© Black Newspaper Copyright by Muadzlamola | My sites Muadzlamola site | Blog Trick at Blog-HowToTricks